Category:Other
JRP memang mengecewakan, saya rencananya mau mendampingi rumah sakit untuk memoto2nya. Datang di latian terakhir mereka di hari jumat malam dan terkesan oleh beberapa lagunya yang diaransemen ulang untuk event ini. Siang hari di sms sadam (bass) untuk ngumpul jam 7-an, sejam kemudian ditelpon bahwa mereka tidak jadi maen. WTF? Mereka khusus berkumpul untuk JRP dan panitia tidak menghargainya. Sempet SMS beberapa teman apakah bandnya terus maen dan jawabannya smsnya ternyata memang kebanyakan tidak jadi maen. Habis pembatalan2 ini dan pemberitaan betapa sepinya event itu mengurungkan niat untuk pergi kesana…kecualiiiiiii tentunya kalau mono tetep maen.

Sabtu siang belum ada khabar apakah mono jadi maen, tapi malemnya dapat khabar dari arian bahwa mereka jadi maen, masih gondok dengan acara tersebut dan memang ada acara lain di malam minggu, akhirnya sengaja datang pas di jam mereka direncanakan maen…jam 11!!
Event ini memang mega sepi, jam 10.45-an kesana di pintu masuk Cuma ada saya sendirian hahaha kasiyan bener emang panitia2nya.. begitu masuk meliat kaos2 merchandise, liat2 bentar dan berencana membeli nanti saja kalau sudah liat suasana di dalam.
Sampai jam 11 memang ternyata mono tidak langsung maen, ERK masih maen di lagu terakhir. Abis itu Zeke and the popo .. terus kemudian orang italy gak penting bernama Brandon sapa gitu.. sumpe dehh ini gak penting banget dateng.. industrial2 pop gitu, dengan baju2 dan celana ketat kulit.. kelebihan orang itu mungkin perut dia yang sangat rata dibandingkan dengan saya.
Sekitar jam 1, mono datang diatas panggung, tp bukan untuk maen, masih buat check sound… sangat tipikal band2 indie yang tidak membawa kru (bahkan seonggok dewa napalm death aja waktu datang pertama mereka tidak membawa kru).. check soundnya lama setengah jam lebih..seperti mereka cukup prefeksionis.. teriakan2 mengganggu dari beberapa orang yang gak sabar.. ah kampungan sekali mereka..

Check sound kelar, mereka balik ke belakang panggung, dan 10 menit mereka balik dan mulailah bimbingan perjalanan spiritual menuju sorga dimulai…
Terus terang saya gak apal lagu2 mereka, dan saya rasa juga gak perlu menghapalnya.. ciri khas post rock memang dimulai dengan intro yang harmonis dan untuk membawa ke nuansa psychedelic nada2 itu diulang selama beberapa bar.. tapi yang khas dari mono adalah mereka menghajarkan di ¼ bagian akhir lagu.. sangat2 menghajarnya.. bayangkan sensasinya seperti kita dibawa pelan2 oleh balon menuju ke atas, di 2/3 tinggi langit balon digantikan oleh bouraq kendaraan jibri..melesat ke atas tanpa belas kasihan dan akhir lagu penonton dibiarkan tergantung dengan feedback, distorsi, noise dan entah apa itu…lagu kesatu bagian paling menariknya adalah memang di akhir lagunya… Taka mengamuk dengan semua efeknya.. gitar diangkat keatas…feedback… dikiri-kanan-in feedback.. effect diputer2.. noise… semrawut but nice… dan itu dilakukan selama 10 menit!!! very nice. Saya bersyukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas sedikitnya penonton malem itu, karena dengan dukungan sound yang sangat Alhamdulilah kita seperti dibelikan Tuhan satu ruangan musik private yang mewah.. noise dan feedback tidak terlihat kotor,…terdengar penuh memenuhi ruangan tanpa menyakiti kuping sedikitpun..saat itu saya ingin memeluk sound engineernya…

Lagu ke 2 dan 3 hampir sama sensasinya, Cuma di lagu ke 2 dan 3 ini mereka sepertinya sudah rileks dan menguasai panggung, si bassit cewek yang kurus nian jadi keliatan seperti seorang bidadari sexy.. memutar2kan kepalanya dan sepertinya larut gak pengen diganggu oleh siapapun.
Cara saya menikmati mereka sangatlah membingungkan, satu saat saya ingin merem tapi saya gak ingin kehilangan visual, tapi disaat melek sayapun kadang gak sadar merem.. jadinya ya problem..tapi tentunya ini happy problem…
Di lagu terakhir inilah petualangan mono sebenernya…"Halcyon [Beautiful Days]"..lagu ini sangat meditative, nada2 yang diambil sangatlah membius (kalau tidak mau mengatakan “mengutuk dengan lembut”).. dan the best partnya adalah ketika dari ketukan pelan tiba2 dihajar dengan satu distorsi kencang.. seperti di ninabobokkan kemudian dihajar kencang dengan satu balok es.. sungguh trippy!!! Tiba2 saya mengimpikan teman disebelah saya memberikan acid atau LSD berukuran A4 Aw aw awww….
Lagu ini adalah klimaks!! Saya merinding dan 2 teman cewek saya menangis mengeluarkan air mata (serius!!!)..

Saya beri concert ini 5 bintang dari 5 bintang maksimal, jauh lebih bagus daripada pengalaman saya nonton bjork, muse, SOIA ataupun Police (ini yang paling mengecewakan). Mungkin hanya bisa di sandingkan dengan The cure…

Saya berani mengatakan konser ini adalah konser orgasm without sex, high without drugs…tsaaahhhhhh dan merubah event amburadul nan ajaib ini menjadi konser berkah bertempat di surga

\!!/


khemod wrote on Jul 14
ReviewReviewReviewReviewReview
setuju anjis! sayang gua cuman dapet dua lagu awal. tapi dari awal juga sudah membahana...
lagu pertama "lost snow"...pas gua denger lagi di album, gua malah jauh lebih suka denger semalem. soundnya bener2 bikin merinding....
dedidude wrote on Jul 15
setuju mod, kalo dengerin secara live sangat beda dengan dengerin CDnya
Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help